Event Countdown
“Semua berawal dari pertemuan sederhana yang tak pernah kami sangka akan membawa kami sejauh ini. Tidak ada yang instan, tidak ada yang langsung sempurna. Hanya dua orang asing yang perlahan belajar mengenal, memahami, dan menerima satu sama lain.
Tahun pertama dan kedua kami lalui dengan penuh tawa, cerita panjang, dan mimpi-mimpi tentang masa depan. Kami tumbuh bersama, saling mendukung dalam pendidikan, pekerjaan, dan proses menjadi pribadi yang lebih baik.
Lalu datang fase terberat dalam hubungan kami:) 3 tahun LDR Terpisah jarak dan waktu bukanlah hal mudah. Rindu menjadi makanan sehari-hari. Perbedaan zona waktu, kesibukan, dan keterbatasan pertemuan sering kali menguji kesabaran kami. Tapi justru di situlah kami belajar arti percaya.
Kami belajar bahwa cinta bukan hanya tentang bertemu setiap hari, tapi tentang komitmen untuk tetap memilih satu sama lain, meski jarak memisahkan. Kami belajar bahwa komunikasi adalah kunci, dan doa adalah penguat saat keadaan terasa berat.
Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Ada air mata, ada perdebatan, ada rasa lelah. Tapi selalu ada satu hal yang membuat kami bertahan: keyakinan bahwa kami ingin melangkah ke masa depan bersama.
Dan hari itu akhirnya tiba. Bukan lagi tentang jarak. Bukan lagi tentang rindu yang tertahan. Tapi tentang dua hati yang dipersatukan dalam satu janji suci pernikahan.
Dari yang awalnya hanya “kita” yang penuh harapan, kini menjadi “kita” yang sah dalam ikatan pernikahan.
Terima kasih sudah bertahan. Terima kasih sudah memilih.Untuk lima tahun yang telah kita lalui, dan selamanya yang akan kita jalani bersama”